Penerjemahan Bahasa

8 Comments
Posted 19 Oct 2006 in Bahasa, Blog, Programming

Sebagian besar software yang beredar, yang digunakan di Indonesia maupun di seluruh dunia, adalah menggunakan bahasa Inggris. Menurutku hal itu dikarenakan:

  • Pembuatnya adalah orang yang berbahasa Inggris
  • Meskipun pembuatnya bukanlah orang berbahasa Inggris, namun agar software tersebut dapat digunakan di semua belahan bumi, bahasa Inggris adalah pilihan sebagai interfacenya.

Hal tersebut juga yang mendorong aku belajar bahasa Inggris. Sebagai programmer lintas benua (Malang – New York), selain membuat interface program yang berbahasa Inggris, juga membuat dokumentasinya dalam Inggris. Begitu juga jika terjadi komunikasi dengan klien program tersebut, yang mereka bisanya cuma bahasa Inggris.

Selain untuk membuat program dan berkomunikasi, kemampuan bahasa Inggris juga dibutuhkan untuk memahami dokumentasi bahasa pemrograman, artikel-artikel, dan berita tentang perkembangan dunia pemrograman.
Sampai saat ini aku tidak ada masalah dengan hal itu. Namun mengingat zaman dulu, ketika aku kesulitan memahami dokumentasi dalam bahasa Inggris, kadang terpikir olehku untuk menerjemahkan dokumentasi ke bahasa Indonesia.

Kalau dulu sewaktu masih aktif menggunakan Linux, aku beberapa kali menerjemahkan HOWTO, dengan modal bahasa Inggris seadanya.

Pernah juga ikut menerjemahkan interface Google ke bahasa Jawa, yang sampai mendapatkan hadiah kaos dari Google. Sekarang kaosnya sih sudah lusuh, tapi masih bisa digunakan sebagai baju tidur. Lumayan kuat bahannya.
Hasil penerjemahan Google dalam bahasa Jawa ini lumayan kacau, karena campur aduk logat dan tata-bahasa (kromo) yang berbeda. Ada yang logat Jawa Timur, Jawa Tengah. Ada yang ngoko dan pakai kromo inggil. Gak sreg deh.
Baru-baru ini juga aku ikut menerjemahkan Gregarius, sebuah Web Aggregator berbasis AJAX. Berikut ini file info penerjemahannya. Sebelumnya belum ada bahasa Indonesia sih.

Yang masih ingin aku lakukan adalah ikut menerjemahkan dokumentasi PHP. Tapi karena ukurannya yang besar, dan tim-nya yang sudah tidak aktif, kayaknya belum siap kalau memulainya sekarang sendirian.

Dulu pernah dibahas di id-PHP, tapi respon dari PHP-er yang lain kurang positif, bahkan cenderung sinis. Kebanyakan mereka menganggap dirinya sudah tidak butuh dokumentasi berbahasa Indonesia, dan mengharapkan pemula PHP yang lain untuk sekalian belajar bahasa Inggris. Yah.

Penerjemahan dari Inggris ke Indonesia tidak semudah merubah kata dari Inggris ke Indonesia, tapi juga harus memperhatikan maksud secara keseluruhan, EYD, dan pembentukan kalimat Indonesia yang jelas dan baku, meski kadang harus merombak total kalimatnya. Untuk bisa seperti itu, si penerjemah harus memahami maksud dari dokumen tersebut.
Yeah, meskipun hasil terjemahan tidak secara penuh membantu semua orang, tapi paling tidak, aku yakin suatu saat ada yang terbantu dengan itu.

Minimal, aku jadi semakin mengerti dengan apa yang sedang aku terjemahkan.


8 Comments

  1. Saya juga sempet mau nge bantuin ikut terjemahin dokumentasi suatu bahasa pemrograman (bukan PHP), dan pernah minta tanggapan dari yang lainnya.
    Terlepas dari sinis atau tidak nya tanggapan, saya pikir ada baiknya juga nerjemahin pake bahasa nasional.

    Cuman masalahnya, buat mentranslasikan bahasa pemrograman tersebut ke pikiran kita aja udah susah apalagi mentranslasikannya Bahasa Indonesia.

    Misalnya, seperti variabel khusus $_ … apa yang mesti kita ucapkan ke noobie tentang variabel khusus tersebut ? :p

    Tapi sekedar saran, jika mau menterjemahkannya ke Bahasa Indo, mendingan bahasa nya jangan baku dan kaku atau super formal, lebih baik dengan gaya ‘slank’, kayaknya akan lebih seger… soalnya Bahasa Pemrograman sendiri ‘identik’ dengan kata ‘menjemukan’ jadi kalo buku pengantar nya Formal kayaknya bakalan lebih ‘jemu’…

    Reply
  2. Setuju, makanya dengan berhasil menerjemahkan dokumentasi sebuah bahasa pemrograman, artinya besar kemungkinan kita juga bakal tau banyak tentang pemrograman tersebut.

    So, tidak hanya berbuat sesuatu buat orang lain, tapi juga bermanfaat untuk diri sendiri.

    Kalau bahasa pengantar mesti formal atau slank, itu kembali ke bagaimana sifat asal dokumentasi tersebut. Kalau aslinya memang sudah santai, ya diikuti saja. Ini lebih banyak terjadi di HOW-TO.
    Tapi kalau aslinya memang sudah resmi, misalnya manual book, ya kita mesti tetap mempertahankan keformalan tersebut, agar tidak menimbulkan pembiasan arti.

    Meskipun formal, tetap harus dibuat enak dibaca. Seperti yang sudah aku katakan di atas, menerjemahkan ke Bahasa Indonesia banyak tantangannya :D

    Reply
  3. kang klo menerjemahkan sedikit2 aku bisa bantu, gimana klo di bentuk team ulang… klo bisa dengan jumlah personil yang banyak jadi klo sewaktu2 ada yang mengundurkan diri masih ada penerusnya.

    Reply
  4. Yang penting jangan semua yang berbahasa inggris harus diterjemahkan karena malah akan semakin membingungkan. terutama istilah tentang komuter… eh komputer.. seperti Harddisk, jangan di ganti dengan Piringan Keras, ato Mouse menjadi tikus. apa lagi Universal Serial Bus diartikan dengan Bis Serial Umum ato kalo di pemrograman, if..then..else, jangan diganti dengan jika..maka..selainnya
    kan malah gak bener. selain itu, yang menterjemahkan juga harus menguasai apa yang diterjemahkan, bukan cuma sekedar punya bahasa inggris agar makna yang ada dalam suatu teks itu gak hilang.

    Reply
  5. guntur

    ada gak software yang menyajikan arti kata dari bahasa jawa ke indonesia

    Reply
  6. i will always love you but why did he give you only one heart coz he give other one to some for you to find,you understand

    Reply
  7. tolong di artiin ya bisa ga???

    Reply
  8. @Soni:
    artinya kira-kira begini:
    Aku akan selalu mencintai kamu. Tapi kenapa Tuhan hanya memberi kamu satu hati? Karena Dia memberikan hati yang satunya ke orang lain untuk kamu cari. Kamu paham kan?

    Reply


Add Your Comment