Sebagian besar software yang beredar, yang digunakan di Indonesia maupun di seluruh dunia, adalah menggunakan bahasa Inggris. Menurutku hal itu dikarenakan:
- Pembuatnya adalah orang yang berbahasa Inggris
- Meskipun pembuatnya bukanlah orang berbahasa Inggris, namun agar software tersebut dapat digunakan di semua belahan bumi, bahasa Inggris adalah pilihan sebagai interfacenya.
Hal tersebut juga yang mendorong aku belajar bahasa Inggris. Sebagai programmer lintas benua (Malang - New York), selain membuat interface program yang berbahasa Inggris, juga membuat dokumentasinya dalam Inggris. Begitu juga jika terjadi komunikasi dengan klien program tersebut, yang mereka bisanya cuma bahasa Inggris.
Selain untuk membuat program dan berkomunikasi, kemampuan bahasa Inggris juga dibutuhkan untuk memahami dokumentasi bahasa pemrograman, artikel-artikel, dan berita tentang perkembangan dunia pemrograman.
Sampai saat ini aku tidak ada masalah dengan hal itu. Namun mengingat zaman dulu, ketika aku kesulitan memahami dokumentasi dalam bahasa Inggris, kadang terpikir olehku untuk menerjemahkan dokumentasi ke bahasa Indonesia.
Kalau dulu sewaktu masih aktif menggunakan Linux, aku beberapa kali menerjemahkan HOWTO, dengan modal bahasa Inggris seadanya.
Pernah juga ikut menerjemahkan interface Google ke bahasa Jawa, yang sampai mendapatkan hadiah kaos dari Google. Sekarang kaosnya sih sudah lusuh, tapi masih bisa digunakan sebagai baju tidur. Lumayan kuat bahannya.
Hasil penerjemahan Google dalam bahasa Jawa ini lumayan kacau, karena campur aduk logat dan tata-bahasa (kromo) yang berbeda. Ada yang logat Jawa Timur, Jawa Tengah. Ada yang ngoko dan pakai kromo inggil. Gak sreg deh.
Baru-baru ini juga aku ikut menerjemahkan Gregarius, sebuah Web Aggregator berbasis AJAX. Berikut ini file info penerjemahannya. Sebelumnya belum ada bahasa Indonesia sih.
Yang masih ingin aku lakukan adalah ikut menerjemahkan dokumentasi PHP. Tapi karena ukurannya yang besar, dan tim-nya yang sudah tidak aktif, kayaknya belum siap kalau memulainya sekarang sendirian.
Dulu pernah dibahas di id-PHP, tapi respon dari PHP-er yang lain kurang positif, bahkan cenderung sinis. Kebanyakan mereka menganggap dirinya sudah tidak butuh dokumentasi berbahasa Indonesia, dan mengharapkan pemula PHP yang lain untuk sekalian belajar bahasa Inggris. Yah.
Penerjemahan dari Inggris ke Indonesia tidak semudah merubah kata dari Inggris ke Indonesia, tapi juga harus memperhatikan maksud secara keseluruhan, EYD, dan pembentukan kalimat Indonesia yang jelas dan baku, meski kadang harus merombak total kalimatnya. Untuk bisa seperti itu, si penerjemah harus memahami maksud dari dokumen tersebut.
Yeah, meskipun hasil terjemahan tidak secara penuh membantu semua orang, tapi paling tidak, aku yakin suatu saat ada yang terbantu dengan itu.
Minimal, aku jadi semakin mengerti dengan apa yang sedang aku terjemahkan.
October 19, 2006

