Mengamankan Laptop

3 Comments
Posted 01 Nov 2006 in Blog

Zaman sekarang laptop sudah menjadi device yang umum digunakan. Berbeda dengan situasi 2 tahun yang lalu, saat laptop masih menjadi hak milik kalangan tertentu saja. Mungkin karena harganya yang lebih mahal dibandingkan dengan harga komputer desktop, meski pada konfigurasi sistem yang setara.

Namun saat ini harga laptop sudah mulai terjangkau oleh banyak kalangan. Laptop dengan harga kisaran 6 – 8 juta sudah layak dibawa ke hadapan umum :)

Di kampus-kampus yang berhubungan dengan dunia IT, tampak banyak mahasiswa yang berseliweran sambil menenteng tas atau ransel berisi laptop. Apalagi di kampus yang menyediakan fasilitas hotspot, mahasiswa ber-laptop bertebaran di banyak tempat sambil mengakses internet.

Seiring dengan hal tersebut, kriminal juga merambah ke device ini. Barang kecil dengan harga tinggi tentu menarik untuk diembat. Beberapa bulan yang lalu teman kampusku ada yang kehilangan laptopnya, saat dia parkir di Matahari Pasar Besar Malang.

Bosku dalam minggu ini juga kehilangan PDA-nya. Yeah, memang bukan laptop sih, tapi mendekati kan :p
Kehilangan benda berharga ini merupakan cobaan yang cukup berat. Selain karena harga device yang terhitung mahal, yang lebih penting lagi adalah data di dalamnya. Laptop bisa beli baru lagi, tapi data pribadi tidak bisa dibeli di manapun.

Belum lagi jika data tersebut bersifat rahasia, misalnya data perusahaan.

Berikut ini beberapa langkah antisipasi untuk meminimalkan resiko kehilangan laptop:

  • Jangan 100% percaya ke tukang parkir. Ke tukang yang lain juga jangan 100% sih, tapi untuk kasus temenku itu besar kemungkinan ada keterlibatan tukang parkir.
    Kalau parkir dan meninggalkan mobil tanpa pengawasan sendiri, maka bawa saja laptopnya. Atau sekalian titipkan ke tukang parkirnya, justru lebih aman.
  • Jangan membeli laptop yang tanpa nota pembelian sebelumnya, siapa tau itu hasil kriminal sebelumnya.
    Sekitar 3 bulan yang lalu ada teman yang datang ke kontrakan dengan membawa sebuah laptop Sony Vaio. Cuma laptop saja, tanpa charger, apalagi driver, buku manual dan surat pembelian.
    Aku dan teman-teman tidak berminat membelinya. Harga mulai dari 3 juta, turun ke 2 juta, dan terakhir 1 juta, dan entah ke mana dia berhasil menjualnya sekarang.

    Yeah, masyarakat kita masih mudah tergiur harga murah, meski tahu itu benda curian. Tapi resiko dari membeli barang curian adalah ketahuan, yang meski kita lolos dari tuduhan pencurian, tetap saja kehilangan laptopnya.

  • Laptop yang sekarang dilengkapi dengan kunci rantai. Jangan malas/lupa menggunakannya saat di tempat umum, atau meninggalkannya di suatu tempat.
  • Jika memang laptop itu milik pribadi, jangan segan untuk menandai laptop itu dengan sesuatu yang tidak mudah dibuang. Misalnya tanda fisik di casingnya.
    Tapi hal ini kadang malah merusak keindahan laptop, dan juga mengurangi harga jualnya.
  • Ketika dalam perjalanan jauh sambil membawa laptop di dalam tas, usahakan orang lain tidak tahu bahwa ada laptop dalam tas tersebut.
  • Gunakan perlindungan password BIOS.
    Yah, memang masih bisa ditembus dengan mereset BIOS. Tapi itu membutuhkan ketrampilan ekstra.
  • Selengkapnya ada di artikel Theft and Loss Protection for Linux Laptops, Notebooks and PDAs.

Semoga laptop Anda aman, selamat sampai tujuan.


3 Comments

  1. Nach lo,,,, akhirnya nich blog pake basa indo juga, hwe….hwe……. emang harus lebih cinta bahasa nasional wakakakakakaa :D

    Reply
  2. masaris

    ass.
    bagus juga tipsnya tapi sayangya aku orong duwe dhuwit go tuku laptop…
    cari laptop murah berkualitas…punya referensi?
    was.

    Reply
  3. wis terbukti belum RESEPnya ????

    Reply


Add Your Comment