Pemerintah Mengharuskan Pake Windows

9 Comments
Posted 24 Aug 2007 in Info, Opini

Justru ini terjadi di negara demokratis yang maju seperti Amerika.

Salah seorang admin BitTorrent, Scott McCausland, dipenjara karena kasus mengupload film Star Wars: Episode III ke internet beberapa jam sebelum film itu dirilis. Setelah keluar penjara, dia masih harus diawasi tindak-tanduknya dalam berkomputer, terutama dalam berinternet. Di komputernya dipasang aplikasi tracking untuk memonitor aktifitasnya.

Masalahnya, pihak kepolisian hanya punya aplikasi monitoring yang untuk sistem operasi Windows, sedangkan Scott menggunakan Linux Ubuntu. Nah loh.

Jadi dia diberikan pilihan: pake Windows (orisinil tentunya, dan beli sendiri) atau jangan pake PC.

Jangankan pemerintah Indonesia, pemerintah Amerika saja sudah terkontaminasi oleh Microsoft.

Blog Scott.


9 Comments

  1. eh … kalau kita bukan dipaksa, tapi terpaksa. soalnya ndak bisa pakai yg lain

    Reply
  2. migrasi ke linux aaahh

    Reply
  3. Yaa Gitu deh :D

    Reply
  4. Dan

    Pemerintah Mengharuskan Pake Windows??

    Scott melakukan piracy melalui torrent tracker/ feeder.
    Sudah cukup menjadi alasan bagi pihak kepolisian untuk mengeluarkan kebijakan monitoring selama waktu yang ditentukan.

    “Jadi dia diberikan pilihan: pake Windows (orisinil tentunya, dan beli sendiri) atau jangan pake PC.”
    Sudah seharusnya kita menghargai para programmer yang terkait dengan Microsoft atas usahanya, tentu saja dengan membeli produk orisinilnya. Mereka juga bergelut dalam pernafkahan.
    Untuk apa yang terjadi dalam konteks ini adalah kesalahan pihak kepolisian, bukan Microsoft. Spekulasi saya berdasarkan apa yang tersirat.

    “Jangankan pemerintah Indonesia, pemerintah Amerika saja sudah terkontaminasi oleh Microsoft.”
    Menurut saya hal ini sama sekali tidak ada kaitannya, dengan kebijakan pemerintah, terutama di negara kita Indonesia.

    Quote: “Kenapa harus salahkan Microsoft jikalau sebagian besar pengguna Microsoft Indonesia membeli bajakan ?”.

    Reply
  5. #Dan:
    Kejahatan yang dilakukan oleh Scott adalah pelanggaran hak cipta terhadap content torrent-nya, sedangkan pemaksaan penggunaan Windows adalah karena pihak kepolisian tidak punya aplikasi monitoring untuk Linux Ubuntu. Dimana hubungannya dengan menghargai para programmer Microsoft?

    Kaitan dengan Indonesia secara langsung jelas tidak ada, tapi pengaruh Microsoft pada pemerintahan jelas terlihat, baik di kasus Scott itu, atau pada MoU Indonesia – Microsoft, meski mungkin dengan latar belakang yang berbeda, atau mungkin juga sama.

    Dan tidak ada hal yang menyalahkan Microsoft kok di postingan di atas ^_^

    Reply
  6. mungkin maksud si dan tu, kata2 “terkontaminasi” nya kuwi berkonotasi. tapi secara literal emang ga tulisan yg menulis “MICROSOFT SUCKS 2 D BONE!”

    Reply
  7. #Ferdhie:
    Iya, ‘kontaminasi’ emang konotasinya jelek. Tapi bukannya emang begitu, masih banyak yang berpikir PC ya Windows.

    Reply
  8. mi krosop? gimana ya.. lahir udah kenale microsoft :D

    Reply
  9. udah pake linux setuju sama kang ardy

    Reply


Add Your Comment