Kucing Garong In Action

8 Comments
Posted 09 Nov 2007 in OS

Setelah menunggu selama sehari, kemarin akhirnya sampai juga, kiriman dari Jakarta berupa DVD double layer berisi Leopard si OS 10.5. Dengan menembus hujan rintik-rintik aku berusaha mengambil DVD tersebut ke kantor satunya. Maklumlah, pengirimnya adalah teman yang kerja di perusahaan yang sama, namun di kantor cabang Jakarta. Jadi kita bisa nebeng pengiriman dokumen antar kantor.

Aku tidak bisa langsung menginstallnya, selain karena MacBookPro-ku sedang digunakan untuk kerja (juga orangnya tentu saja), kondisi space hardisk si MBP masih amburadul, banyak file ngawur penempatannya, duplikasi, temporary, dan banyak lagi sehingga menyisakan ruang yang sesak kalo langsung aku install Leopard saat itu. Nunggu jam pulang.

Sampai rumah, terjadilan ‘pemretelan’ data-data tidak berguna. Rekaman dari eyeTV dan data image Parallels Desktop adalah yang paling banyak makan tempat. File-file ekstrakan hasil download yang terlantar, gambar-gambar tersembunyi yang ukurannya lumayan besar, menyisakan space longgar ketika semuanya aku hapus.

Berdasarkan info dari teman si pengirim tadi, dia berhasil dengan mulus menginstall Leopard dengan cara upgrade dari OS Tiger (10.4). Hmm, boleh juga. Aku pikir akan repot kalau harus fresh install, karena harus install lagi aplikasi satu persatu, dan tentu saja sekaligus settingannya yang sudah gue banget.
Lagian kalau fresh install, partisi (volume) harus diformat ulang, dibersihkan. Lha dataku 80GB mau ditaruh di mana?

Yeah, upgrade is a best choice.

Segera bersihkan drive … eh, di Mac ga ada drive. Segera bersihkan partisi Startup Disk. Lumayan, dapat 20GB, yang mana Leopard cuma minta 12GB.

Reboot dengan DVD installer Leopard sudah dalam DVD drive. Menunggu loading sebentar, dan mengikuti petunjuk untuk upgrade OS.

But wait… Leopard tidak mau diinstall di volume Startup Disk, kecuali volume itu dibersihkan dulu. Artinya tidak mau upgrade.

Bingung, konsultasi ke Google, dan tersambung dengan kasus yang mirip di sini: Leopard Upgrade. Permasalahannya sama, hanya saja solusi yang diberikan di situ tidak berlaku di aku. Sementara menyerah.

Saat makan malam, baru terpikir bahwa masih ada 1 partisi yang aku gunakan untuk menyimpan data. Mending aku install di situ, sehingga akan ada 2 Mac OSX.

Segera bersihkan semua data di volume “Data”, dan melakukan fresh install di situ. Hasilnya adalah:

Tidak bisa mereview, hanya satu hal yang pertama kali mengagetkanku, di Finder langsung muncul semua komputer yang terhubung ke network, cepat sekali Leopard ini, hihihi.


8 Comments

  1. hah, another rounded corner, semi-transparant, shaded windows manager. apa bedanya?

    Reply
  2. #Ferdhie:
    Secara proses lebih ringan. Aku sudah mencoba ‘menyiksa’ dengan banyak aplikasi, dan jalan lebih stabil dibandingkan waktu di Tiger.
    Fitur pada aplikasi banyak penambahan, gak bisa dirinci, dipersilakan mencoba sendiri, hihihi.
    Kalo yang rounded dan semi-transparent sih udah ada sejak di Tiger.

    Reply
  3. Jadi double OS X dong cak?
    Lha trus kembali ke HATI… versi BAJAKAN apa ORIGINAL?? :D

    Reply
  4. leopard juga bagus kok :) dan tampilannya yang semi transparan keren :P

    Reply
  5. Cocok tu buat gw.
    Kapan di hibahkan??? :D

    Reply
  6. hehehe nggak mau comment cuma mau bilang hai aja ~kabur

    Reply
  7. Kiera Nanda

    Gw ga punya MBP…hiyaaaaaaaaaaa

    Reply
  8. mo dong nyobain kalo di beliin mah :D
    u

    Reply


Add Your Comment