Archive for the ‘Bahasa’ Category

Jam Fuzzy

Posted 23 May 2008 — by aryo
Category Bahasa, Info

Beberapa waktu yang lalu sempat mencoba program FuzzyClock, aplikasi freeware untuk menampilkan jam dalam bentuk Fuzzy, atau perkiraan, berupa kalimat sesuai bahasa manusia.

Dengan menampilkan jam berupa kalimat, akan lebih mudah dipahami dibandingkam jam eksak. Misalnya “jam setengah sembilan”, tentu lebih nyaman di telinga dibandingkam “08:30:34″ yang biasa digunakan.

Sebelumnya aplikasi ini tidak menyediakan bahasa Indonesia, namun karena iseng yang sedang kumat, aku ikut menerjemahkan ke bahasa Indonesia, dan sedikit modifikasi style kalimat sehingga lebih cocok dengan bahasa Indonesia.

Berikut ini contoh tampilan:

fuzzyclock.jpg

Download file hasil penerjemahan bahasa Indonesia.

Jika sudah menginstall aplikasinya, klik kanan pada aplikasinya lalu pilih Show Package Contents, kemudian kopikan folder Indonesia.proj ke dalam Resources. Kemudian jalankan aplikasinya dan pilih bahasa Indonesia melalui Setting -> Bahasa.

Kesalahan Kecil Pada Bahasa

Posted 01 Aug 2007 — by aryo
Category Bahasa, Bookmark, Curhat

Bagi yang suka nulis artikel atau kirim email dalam bahasa Inggris seperti aku, pasti pernah menemui kendala kebingungan memilih dua atau lebih kata yang paling cocok untuk digunakan. Mungkin sama-sama benar, tapi mungkin juga cuma satu yang benar.

Hmm, paling tidak situasi seperti itu berlaku untuk orang yang inggrisnya pas-pasan, kayak si ini *tunjuk diri sendiri*

Ok lah, kalau kondisinya sedang bingung, mungkin bisa diatasi dengan mencari bantuan di kamus atau di Google, atau Buzz! ke salah seorang ahli bahasa yang sedang online YM-nya. Tanyakan kata mana yang paling tepat untuk digunakan, beserta contoh kalimat. (sayang ahli bahasaku sudah resign dan ikut suaminya ke Sumatra).

Bagi pengguna Mac, bisa menginstall widget Dictionary untuk mendukung pemilihan kata.

Itu kalau sadar bahwa sedang bingung memilih. Tapi kalau situasinya sedang PD dan merasa tidak ada yang salah, namun ternyata ada yang salah, ini yang bahaya, karena tidak menyadari kesalahan penggunaan kata. Atau malah tidak tau kalau itu adalah salah.

Kalau kesalahan itu satu atau dua kali terjadi, mungkin si pembaca akan memaklumi, kesalahan adalah sifat alami manusia.

Tapi kalau kesalahan itu selalu berulang, maka akan menimbulkan tanggapan yang berbeda dari pembaca. Entah itu mereka menilai kita tidak teliti, atau malah menilai ketidakmampuan menulis kita. Terlebih lagi kalau yang membaca email itu adalah bos, atau rekan profesional kita.

Berikut ini adalah artikel yang membahas mengenai kesalahan yang sering terjadi dalam penulisan inggris, bahkan itu dilakukan oleh orang bule sana:

http://articles.techrepublic.com.com/5100-10881-6075621.html

10 kesalahan itu adalah:

#1: Loose for lose

No: I always loose the product key.
Yes: I always lose the product key.

#2: It’s for its (or god forbid, its’)

No: Download the HTA, along with it’s readme file.
Yes:
Download the HTA, along with its readme file.
No:
The laptop is overheating and its making that funny noise again.
Yes:
The laptop is overheating and it’s making that funny noise again.

#3: They’re for their for there

No: The managers are in they’re weekly planning meeting.
Yes:
The managers are in their weekly planning meeting.
No:
The techs have to check there cell phones at the door, and their not happy about it.
Yes:
The techs have to check their cell phones at the door, and they’re not happy about it.

#4: i.e. for e.g.

No: Use an anti-spyware program (i.e., Ad-Aware).
Yes:
Use an anti-spyware program (e.g., Ad-Aware).

Note: The term i.e. means “that is”; e.g. means “for example.” And a comma follows both of them.

#5: Effect for affect

No: The outage shouldn’t effect any users during work hours.
Yes:
The outage shouldn’t affect any users during work hours.
Yes:
The outage shouldn’t have any effect on users.
Yes:
We will effect several changes during the downtime.

Note: Impact is not a verb. Purists, at least, beg you to use affect instead:

No: The outage shouldn’t impact any users during work hours.
Yes:
The outage shouldn’t affect any users during work hours.
Yes:
The outage should have no impact on users during work hours.

#6: You’re for your

No: Remember to defrag you’re machine on a regular basis.
Yes:
Remember to defrag your machine on a regular basis.
No:
Your right about the changes.
Yes:
You’re right about the changes.

#7: Different than for different from

No: This setup is different than the one at the main office.
Yes:
This setup is different from the one at the main office.
Yes:
This setup is better than the one at the main office.

#8 Lay for lie

No: I got dizzy and had to lay down.
Yes: I got dizzy and had to lie down.
Yes:
Just lay those books over there.

#9: Then for than

No: The accounting department had more problems then we did.
Yes: The accounting department had more problems than we did.

Note: Here’s a sub-peeve. When a sentence construction begins with If, you don’t need a then. Then is implicit, so it’s superfluous and wordy:

No: If you can’t get Windows to boot, then you’ll need to call Ted.
Yes:
If you can’t get Windows to boot, you’ll need to call Ted.

#10: Could of, would of for could have, would have

No: I could of installed that app by mistake.
Yes:
I could have installed that app by mistake.
No:
I would of sent you a meeting notice, but you were out of town.
Yes:
I would have sent you a meeting notice, but you were out of town.

Penerjemahan Bahasa

Posted 19 Oct 2006 — by aryo
Category Bahasa, Blog, Programming

Sebagian besar software yang beredar, yang digunakan di Indonesia maupun di seluruh dunia, adalah menggunakan bahasa Inggris. Menurutku hal itu dikarenakan:

  • Pembuatnya adalah orang yang berbahasa Inggris
  • Meskipun pembuatnya bukanlah orang berbahasa Inggris, namun agar software tersebut dapat digunakan di semua belahan bumi, bahasa Inggris adalah pilihan sebagai interfacenya.

Hal tersebut juga yang mendorong aku belajar bahasa Inggris. Sebagai programmer lintas benua (Malang – New York), selain membuat interface program yang berbahasa Inggris, juga membuat dokumentasinya dalam Inggris. Begitu juga jika terjadi komunikasi dengan klien program tersebut, yang mereka bisanya cuma bahasa Inggris.

Selain untuk membuat program dan berkomunikasi, kemampuan bahasa Inggris juga dibutuhkan untuk memahami dokumentasi bahasa pemrograman, artikel-artikel, dan berita tentang perkembangan dunia pemrograman.
Sampai saat ini aku tidak ada masalah dengan hal itu. Namun mengingat zaman dulu, ketika aku kesulitan memahami dokumentasi dalam bahasa Inggris, kadang terpikir olehku untuk menerjemahkan dokumentasi ke bahasa Indonesia.

Kalau dulu sewaktu masih aktif menggunakan Linux, aku beberapa kali menerjemahkan HOWTO, dengan modal bahasa Inggris seadanya.

Pernah juga ikut menerjemahkan interface Google ke bahasa Jawa, yang sampai mendapatkan hadiah kaos dari Google. Sekarang kaosnya sih sudah lusuh, tapi masih bisa digunakan sebagai baju tidur. Lumayan kuat bahannya.
Hasil penerjemahan Google dalam bahasa Jawa ini lumayan kacau, karena campur aduk logat dan tata-bahasa (kromo) yang berbeda. Ada yang logat Jawa Timur, Jawa Tengah. Ada yang ngoko dan pakai kromo inggil. Gak sreg deh.
Baru-baru ini juga aku ikut menerjemahkan Gregarius, sebuah Web Aggregator berbasis AJAX. Berikut ini file info penerjemahannya. Sebelumnya belum ada bahasa Indonesia sih.

Yang masih ingin aku lakukan adalah ikut menerjemahkan dokumentasi PHP. Tapi karena ukurannya yang besar, dan tim-nya yang sudah tidak aktif, kayaknya belum siap kalau memulainya sekarang sendirian.

Dulu pernah dibahas di id-PHP, tapi respon dari PHP-er yang lain kurang positif, bahkan cenderung sinis. Kebanyakan mereka menganggap dirinya sudah tidak butuh dokumentasi berbahasa Indonesia, dan mengharapkan pemula PHP yang lain untuk sekalian belajar bahasa Inggris. Yah.

Penerjemahan dari Inggris ke Indonesia tidak semudah merubah kata dari Inggris ke Indonesia, tapi juga harus memperhatikan maksud secara keseluruhan, EYD, dan pembentukan kalimat Indonesia yang jelas dan baku, meski kadang harus merombak total kalimatnya. Untuk bisa seperti itu, si penerjemah harus memahami maksud dari dokumen tersebut.
Yeah, meskipun hasil terjemahan tidak secara penuh membantu semua orang, tapi paling tidak, aku yakin suatu saat ada yang terbantu dengan itu.

Minimal, aku jadi semakin mengerti dengan apa yang sedang aku terjemahkan.