Archive for the ‘Blog’ Category

13 Negara Musuh Internet

Posted 08 Nov 2006 — by aryo
Category Blog

RSF (Reporters sans frontières / Reporter without border) mengumumkan 13 negara yang mempersulit rakyatnya dalam menggunakan Internet. Kebebasan berekspresi dan berkomunikasi dibatasi oleh kepentingan negara, yang menyebabkan banyak kendala untuk dapat mengoperasikan Internet sebagaimana mestinya.

Seperti di Burma, dipasang screen capturer pada komputer warnet, yang akan menangkap isi tampilan layar 5 menit sekali. Bayangkan betapa tersiksanya pengguna yang akan menulis cerita pribadinya.
Juga diblokirnya layanan instant messenger semisal GTalk, untuk mempertahankan pendapatan perusahaan telekomunikasi milik pemerintah.

China sudah memenjarakan 52 rakyatnya karena dianggap melanggar aturan berekspresi. Kalau di sini, mungkin orang semacam Priyadi akan duluan masuk bui.

Kalau untuk hal ini, kayaknya kita mesti bersyukur atas kesempatan yang diberikan negara kita Indonesia tercinta ini, karena tidak menghalang-halangi rakyatnya untuk bebas berekspresi lewat internet (weblog). Atau karena negara kita gak tau cara membatasinya? *halah*

Lha iya, buktinya Indonesia diblacklist dari daftar e-commerce karena banyaknya pencurian kartu kredit dilakukan di negara ini.

Selengkapnya mengenai 13 negara, silakan lihat di sini: list of the 13 Internet enemies

Mengamankan Laptop

Posted 01 Nov 2006 — by aryo
Category Blog

Zaman sekarang laptop sudah menjadi device yang umum digunakan. Berbeda dengan situasi 2 tahun yang lalu, saat laptop masih menjadi hak milik kalangan tertentu saja. Mungkin karena harganya yang lebih mahal dibandingkan dengan harga komputer desktop, meski pada konfigurasi sistem yang setara.

Namun saat ini harga laptop sudah mulai terjangkau oleh banyak kalangan. Laptop dengan harga kisaran 6 – 8 juta sudah layak dibawa ke hadapan umum :)

Di kampus-kampus yang berhubungan dengan dunia IT, tampak banyak mahasiswa yang berseliweran sambil menenteng tas atau ransel berisi laptop. Apalagi di kampus yang menyediakan fasilitas hotspot, mahasiswa ber-laptop bertebaran di banyak tempat sambil mengakses internet.

Seiring dengan hal tersebut, kriminal juga merambah ke device ini. Barang kecil dengan harga tinggi tentu menarik untuk diembat. Beberapa bulan yang lalu teman kampusku ada yang kehilangan laptopnya, saat dia parkir di Matahari Pasar Besar Malang.

Bosku dalam minggu ini juga kehilangan PDA-nya. Yeah, memang bukan laptop sih, tapi mendekati kan :p
Kehilangan benda berharga ini merupakan cobaan yang cukup berat. Selain karena harga device yang terhitung mahal, yang lebih penting lagi adalah data di dalamnya. Laptop bisa beli baru lagi, tapi data pribadi tidak bisa dibeli di manapun.

Belum lagi jika data tersebut bersifat rahasia, misalnya data perusahaan.

Berikut ini beberapa langkah antisipasi untuk meminimalkan resiko kehilangan laptop:

  • Jangan 100% percaya ke tukang parkir. Ke tukang yang lain juga jangan 100% sih, tapi untuk kasus temenku itu besar kemungkinan ada keterlibatan tukang parkir.
    Kalau parkir dan meninggalkan mobil tanpa pengawasan sendiri, maka bawa saja laptopnya. Atau sekalian titipkan ke tukang parkirnya, justru lebih aman.
  • Jangan membeli laptop yang tanpa nota pembelian sebelumnya, siapa tau itu hasil kriminal sebelumnya.
    Sekitar 3 bulan yang lalu ada teman yang datang ke kontrakan dengan membawa sebuah laptop Sony Vaio. Cuma laptop saja, tanpa charger, apalagi driver, buku manual dan surat pembelian.
    Aku dan teman-teman tidak berminat membelinya. Harga mulai dari 3 juta, turun ke 2 juta, dan terakhir 1 juta, dan entah ke mana dia berhasil menjualnya sekarang.

    Yeah, masyarakat kita masih mudah tergiur harga murah, meski tahu itu benda curian. Tapi resiko dari membeli barang curian adalah ketahuan, yang meski kita lolos dari tuduhan pencurian, tetap saja kehilangan laptopnya.

  • Laptop yang sekarang dilengkapi dengan kunci rantai. Jangan malas/lupa menggunakannya saat di tempat umum, atau meninggalkannya di suatu tempat.
  • Jika memang laptop itu milik pribadi, jangan segan untuk menandai laptop itu dengan sesuatu yang tidak mudah dibuang. Misalnya tanda fisik di casingnya.
    Tapi hal ini kadang malah merusak keindahan laptop, dan juga mengurangi harga jualnya.
  • Ketika dalam perjalanan jauh sambil membawa laptop di dalam tas, usahakan orang lain tidak tahu bahwa ada laptop dalam tas tersebut.
  • Gunakan perlindungan password BIOS.
    Yah, memang masih bisa ditembus dengan mereset BIOS. Tapi itu membutuhkan ketrampilan ekstra.
  • Selengkapnya ada di artikel Theft and Loss Protection for Linux Laptops, Notebooks and PDAs.

Semoga laptop Anda aman, selamat sampai tujuan.

IE7 Masih Mengandung Bug IE6

Posted 20 Oct 2006 — by aryo
Category Blog

Kemaren aku install IE7, satu hari setelah browser baru itu resmi diluncurkan. Downloadnya di sini:
Download IE7

IE7

Satu hal yang perlu diperhatikan, kalau mau download atau install browser ini, akan dilakukan proses Validasi Windows terlebih dahulu. Jadi kalau menggunakan Windows yang bajakan, jangan harap bisa menggunakan browser ini. Kecuali IE7 yang bajakan juga ^_^

Kabarnya IE7 ini dibangun dari awal:

“We’ve rewritten entire sections of code,”

Kata direktur manajemen produksi IE di berita Microsoft Unveils IE 7 Public Beta.

Yang menarik, bug yang dulu ditemukan di IE6, masih juga bersarang di IE7. Salah satunya adalah kemungkinan pencurian data oleh sebuah situs dari browser kita. Untuk mencobanya, silakan gunakan halaman tes ini:

Tes Vulnerability di IE7

Hasil yang aku dapatkan adalah seperti ini:

Your browser is vulnerable! The test retrieved content from news.google.com in the context of your browser.

This actually means that if you were logged into your bank account, any web site you are visiting would be able to retrieve confidential data from your bank. This could also be used to retrieve personal settings entered on sites like eBay or Paypal.

Mesti nunggu updatenya dulu nih.

Google Bikin Search Engine Baru

Posted 20 Oct 2006 — by aryo
Category Blog

Nama search engine tersebut adalah SearchMash, tampilannya simple, ringan, dan (lagi-lagi) banyak fitur AJAX.

Banyak fitur unik yang ditambahkan di SearchMash ini, lihat daftar fitur SearchMash.
Dengan hasil yang didapatkan ketika aku mencoba mencari kata “Aryo Sanjaya”, jumlahnya selisih banyak dengan ketika aku mencari lewat Google.com, tapi data yang ditampilkan di SearchMash merupakan data lama dan data baru.
Apakah ini berarti SearchMash adalah rangkuman dari data di Google.com?

Dalam beritanya:

In an interview, a Google spokeswoman says the site doesn’t carry the Google brand because it wants more objective data than it would be likely to get if users knew the site was a Google site.

Ya, anehnya, kenapa tidak ada embel-embel Google di search engine tersebut?
Kenapa dikatakan user akan lebih obyektif kalau tidak tau bahwa itu adalah milik Google?
Belum ada penjelasan.

Referensi: ITBusinessEdge

Penerjemahan Bahasa

Posted 19 Oct 2006 — by aryo
Category Bahasa, Blog, Programming

Sebagian besar software yang beredar, yang digunakan di Indonesia maupun di seluruh dunia, adalah menggunakan bahasa Inggris. Menurutku hal itu dikarenakan:

  • Pembuatnya adalah orang yang berbahasa Inggris
  • Meskipun pembuatnya bukanlah orang berbahasa Inggris, namun agar software tersebut dapat digunakan di semua belahan bumi, bahasa Inggris adalah pilihan sebagai interfacenya.

Hal tersebut juga yang mendorong aku belajar bahasa Inggris. Sebagai programmer lintas benua (Malang – New York), selain membuat interface program yang berbahasa Inggris, juga membuat dokumentasinya dalam Inggris. Begitu juga jika terjadi komunikasi dengan klien program tersebut, yang mereka bisanya cuma bahasa Inggris.

Selain untuk membuat program dan berkomunikasi, kemampuan bahasa Inggris juga dibutuhkan untuk memahami dokumentasi bahasa pemrograman, artikel-artikel, dan berita tentang perkembangan dunia pemrograman.
Sampai saat ini aku tidak ada masalah dengan hal itu. Namun mengingat zaman dulu, ketika aku kesulitan memahami dokumentasi dalam bahasa Inggris, kadang terpikir olehku untuk menerjemahkan dokumentasi ke bahasa Indonesia.

Kalau dulu sewaktu masih aktif menggunakan Linux, aku beberapa kali menerjemahkan HOWTO, dengan modal bahasa Inggris seadanya.

Pernah juga ikut menerjemahkan interface Google ke bahasa Jawa, yang sampai mendapatkan hadiah kaos dari Google. Sekarang kaosnya sih sudah lusuh, tapi masih bisa digunakan sebagai baju tidur. Lumayan kuat bahannya.
Hasil penerjemahan Google dalam bahasa Jawa ini lumayan kacau, karena campur aduk logat dan tata-bahasa (kromo) yang berbeda. Ada yang logat Jawa Timur, Jawa Tengah. Ada yang ngoko dan pakai kromo inggil. Gak sreg deh.
Baru-baru ini juga aku ikut menerjemahkan Gregarius, sebuah Web Aggregator berbasis AJAX. Berikut ini file info penerjemahannya. Sebelumnya belum ada bahasa Indonesia sih.

Yang masih ingin aku lakukan adalah ikut menerjemahkan dokumentasi PHP. Tapi karena ukurannya yang besar, dan tim-nya yang sudah tidak aktif, kayaknya belum siap kalau memulainya sekarang sendirian.

Dulu pernah dibahas di id-PHP, tapi respon dari PHP-er yang lain kurang positif, bahkan cenderung sinis. Kebanyakan mereka menganggap dirinya sudah tidak butuh dokumentasi berbahasa Indonesia, dan mengharapkan pemula PHP yang lain untuk sekalian belajar bahasa Inggris. Yah.

Penerjemahan dari Inggris ke Indonesia tidak semudah merubah kata dari Inggris ke Indonesia, tapi juga harus memperhatikan maksud secara keseluruhan, EYD, dan pembentukan kalimat Indonesia yang jelas dan baku, meski kadang harus merombak total kalimatnya. Untuk bisa seperti itu, si penerjemah harus memahami maksud dari dokumen tersebut.
Yeah, meskipun hasil terjemahan tidak secara penuh membantu semua orang, tapi paling tidak, aku yakin suatu saat ada yang terbantu dengan itu.

Minimal, aku jadi semakin mengerti dengan apa yang sedang aku terjemahkan.

Page 4 of 6« First...23456