Archive for the ‘OS’ Category

Annoying Problem on 10.6.6 Update

Posted 25 Feb 2011 — by aryo
Category Curhat, OS

It is great to always using latest version for the OS. Maybe a few people, including my boss, that are not. They said “if everything running well, don’t update it”.

Well, I think they are not completely wrong. At least for my MacBookPro updates to the recent version: 10.6.6.

Soon after update to 10.6.6 with 1.1GB of file size, there is a surprise. “Create Network” on the WiFi that is not working for years, it’s working now, like a magic.

But after a few days, I realize that greater problems are coming. The big one is: ethernet randomly not functional. No error message, it’s just gone, just like you have no ethernet attached.

It will back to normal after rebooted. But how if you in the middle of something? Opening many windows and unsaved documents, still debugging or downloading, or chatting, it is pain if you have to restart the machine, randomly between 2-5 hours.

Searching forums, many other users have the same experience, and no working solution provided.

Reupdate with combo update, verifying file permissions, remove and readd ethernet, nothing works, especially for me.

Today I found more faster solution, when the ethernet is gone: turn to Sleep mode (click on apple logo > Sleep), while on sleep mode, unplug the UTP cable, wait for seconds and plug it again. Wake up Mac, and ethernet back to to normal again, with all windows and documents remain.

Very funny.

I hope Apple will address this problem, and release the patch soon.

 

Mengganti Gateway Lewat Command Prompt

Posted 20 Jan 2009 — by aryo
Category Info, OS

Cara di bawah ini sebenarnya sangat basbang, dan ndak begitu penting. Namun karena kadang aku masih sering mencarinya, jadinya tak posting saja di sini.

 

Sebagaimana kita ketahui, jika menggunakan Windows 98, kita ndak bisa sembarangan mengganti IP gateway, karena mesti restart :p

Atau lebih parah adalah jika Windowsnya menggunakan DeepFreeze, maka setiap kali restart settingannya kembali ke nilai sebelumnya lagi.

 

Dulu sewaktu di kantor lama, aku kebagian PC dengan Windows 98. Saat itu ada beberapa jalur koneksi internet. Nah, agar setiap kali ganti jalur (ganti gateway) tidak perlu restart (karena ada DeepFreeze juga), aku gunakan perintah ini melalui Command Prompt:

 

route add 0.0.0.0 mask 0.0.0.0 192.168.0.1 metric 1

 

Perintah di atas kurang lebih artinya adalah menambahkan jalur untuk koneksi ke seluruh jaringan dapat melalui gateway 192.168.0.1.

Metric 1 di sini dapat diartikan sebagai prioritas tertinggi yang dapat dipilih.

 

Pada Windows XP, hal tersebut juga kadang aku butuhkan. Misalnya komputer sedang terhubung ke LAN (yang tidak konek ke internet), dan terhubung ke HP yang akan digunakan untuk konek internet.
Saat sukses dial-up GPRS melalui HP, biasanya Windows otomatis menggunakan koneksi HP sebagai jalur utama. Namun untuk kondisi tertentu (entah kenapa) Windows tetap menggunakan koneksi LAN, sehingga tidak dapat konek ke internet.

Dalam kondisi seperti itu, biasanya aku ubah routing Windows agar menggunakan gatewaynya koneksi HP.

 

Untuk mengetahui gateway HP, dari Command Prompt ketik saja:

ipconfig /all

dan lihat pada bagian Default Gateway.

 

Demikian catatan ini.

Upgrading to WM6

Posted 06 Feb 2008 — by aryo
Category Gadget, Info, OS

After a long scary night to upgrade, finally my XDA O2 Atom is using Windows Mobile 6 now.

I tried to upgrade three times. At first and second upgrade it’s disconnected mysteriously on the middle of upgrade. Just wondering if the device is unusable anymore.

Then, on last 30 minutes everything goes well. And this is the result:

Complete screen capture.

Thanks to Joy for his help.

Kucing Garong In Action

Posted 09 Nov 2007 — by aryo
Category OS

Setelah menunggu selama sehari, kemarin akhirnya sampai juga, kiriman dari Jakarta berupa DVD double layer berisi Leopard si OS 10.5. Dengan menembus hujan rintik-rintik aku berusaha mengambil DVD tersebut ke kantor satunya. Maklumlah, pengirimnya adalah teman yang kerja di perusahaan yang sama, namun di kantor cabang Jakarta. Jadi kita bisa nebeng pengiriman dokumen antar kantor.

Aku tidak bisa langsung menginstallnya, selain karena MacBookPro-ku sedang digunakan untuk kerja (juga orangnya tentu saja), kondisi space hardisk si MBP masih amburadul, banyak file ngawur penempatannya, duplikasi, temporary, dan banyak lagi sehingga menyisakan ruang yang sesak kalo langsung aku install Leopard saat itu. Nunggu jam pulang.

Sampai rumah, terjadilan ‘pemretelan’ data-data tidak berguna. Rekaman dari eyeTV dan data image Parallels Desktop adalah yang paling banyak makan tempat. File-file ekstrakan hasil download yang terlantar, gambar-gambar tersembunyi yang ukurannya lumayan besar, menyisakan space longgar ketika semuanya aku hapus.

Berdasarkan info dari teman si pengirim tadi, dia berhasil dengan mulus menginstall Leopard dengan cara upgrade dari OS Tiger (10.4). Hmm, boleh juga. Aku pikir akan repot kalau harus fresh install, karena harus install lagi aplikasi satu persatu, dan tentu saja sekaligus settingannya yang sudah gue banget.
Lagian kalau fresh install, partisi (volume) harus diformat ulang, dibersihkan. Lha dataku 80GB mau ditaruh di mana?

Yeah, upgrade is a best choice.

Segera bersihkan drive … eh, di Mac ga ada drive. Segera bersihkan partisi Startup Disk. Lumayan, dapat 20GB, yang mana Leopard cuma minta 12GB.

Reboot dengan DVD installer Leopard sudah dalam DVD drive. Menunggu loading sebentar, dan mengikuti petunjuk untuk upgrade OS.

But wait… Leopard tidak mau diinstall di volume Startup Disk, kecuali volume itu dibersihkan dulu. Artinya tidak mau upgrade.

Bingung, konsultasi ke Google, dan tersambung dengan kasus yang mirip di sini: Leopard Upgrade. Permasalahannya sama, hanya saja solusi yang diberikan di situ tidak berlaku di aku. Sementara menyerah.

Saat makan malam, baru terpikir bahwa masih ada 1 partisi yang aku gunakan untuk menyimpan data. Mending aku install di situ, sehingga akan ada 2 Mac OSX.

Segera bersihkan semua data di volume “Data”, dan melakukan fresh install di situ. Hasilnya adalah:

Tidak bisa mereview, hanya satu hal yang pertama kali mengagetkanku, di Finder langsung muncul semua komputer yang terhubung ke network, cepat sekali Leopard ini, hihihi.