Archive for the ‘Programming’ Category

PayPal SandBox

Posted 03 Feb 2007 — by aryo
Category Blog, Programming

Jika anda mempersiapkan suatu website agar bisa mengambil pendapatan (uang) dari situ, entah itu melalui penjualan barang, jasa, atau sekedar donasi, ada beberapa cara supaya pengunjung dapat mengirimkan uangnya pada anda.

Kalo di Indonesia, yang paling populer adalah pengiriman uang (pembayaran) lewat transfer rekening, dan kebanyakan itu adalah pake rekening BCA. Ada juga beberapa rekening bank yang lain, namun masih jarang ditemui.

Namun jika jangkauan pengunjung anda sudah sampai di negara lain (internasional), penggunaan transfer rekening ini sudah tidak lagi efektif. Entahlah, saya tidak tau apakah rekening kita dapat menerima pembayaran dari luar negeri?
Ada sih cara lain, misalnya menggunakan Western Union. Tapi cara ini masih manual, karena harus datang ke tempat penyerahan uang. Begitu juga pengambilan uangnya.

Cara yang sampai saat ini paling mudah, setau saya adalah menggunakan layanan PayPal.

Pengunjung dapat menggunakan kartu kreditnya untuk melakukan pembayaran secara online, lewat situs PayPal, dan uangnya akan masuk ke rekening kita.

Keamanan dan teknis pembayaran akan ditangani oleh pihak PayPal, jadi kita tinggal menerima beres.

Namun masalahnya, untuk menerima pembayaran dari PayPal, Indonesia masih belum bisa. Sampai saat ini, dari Indonesia hanya bisa melakukan pembayaran. Ah, semoga masalah ini segera teratasi :)

Sambil menunggu negara kita bisa menerima pembayaran dari PayPal, ada baiknya kita menyiapkan situs kita untuk itu. Sehingga nanti kalo sudah dibuka, situs kita sudah siap. Kalo misalnya tetap tidak dibuka, ya kita ganti nama negara :p

PayPal LogoUntuk bisa memanfaatkan fasilitas PayPal, kita bisa menggunakan PayPal SandBox, yaitu suatu sistem yang menyerupai cara kerja PayPal yang sesungguhnya. Mulai dari pendaftaran, setting profile, rekening, kartu kredit, melihat pembayaran yang masuk, dan lain sebagainya.

Gratis :)

Kartu kredit yang kita gunakan juga semu, namun masih sesuai dengan aturan-aturan yang sebenarnya, mulai dari pendaftaran kartu dan proses verifikasinya.

Yang menarik adalah fitur account dan emailnya. Di dalam SandBox, kita bisa membuat account sebanyak-banyaknya, untuk fungsi yang berbeda-beda. Misalnya account A berperan sebagai pembeli (yang mengirim), account B untuk pemilik situs (yang menerima).

Masing-masing account punya kartu kredit dan email yang berbeda-beda. Kita bisa memilihkan untuk setiap account jenis kartu yang berbeda, misalnya Visa atau MasterCard. Dan juga menentukan email yang digunakan oleh account tersebut.

Setiap email yang dikirim ke email tersebut (ngirimnya dari dalam SandBox juga tentunya), tidak akan ‘lari’ ke email yang sesungguhnya. Email tersebut akan tertahan dalam SandBox, dan dapat dilihat oleh kita. Jadi kita dapat membuat email dengan domain ngasal sekalipun (asal valid), karena itu semua hanya berlaku dalam SandBox.

Yang paling membutuhkan penggunaan PayPal SandBox adalah ketika kita menggunakan IPN (Instant Payment Notification), dimana sistem PayPal akan memberikan notifikasi pada website kita jika ada event tertentu, misalnya pembayaran, pendaftaran, dan lain sebagainya. Bayangkan kalo tanpa SandBox, kita harus menggunakan kartu kredit beneran untuk coba-coba script kita dalam berinteraksi dengan IPN tersebut.

Nah, karena proses pembelian / pengiriman uang dapat dicoba-coba di dalam SandBox, maka kita dapat memanfaatkannya untuk membangun situs kita, agar benar-benar siap sebelum menggunakan sistem PayPal yang sesungguhnya.

Selamat berkarya.

Creating XML Sitemap Files

Posted 19 Dec 2006 — by aryo
Category Blog, Programming

Today I build one PHP script to create sitemap files for websites on my office. This is not so great script, but help me much to finish the tasks :)

With this script, I do not need to enter the URLs of the website manually, that is contain thousand of URLs. The script will scanning for all files on the website, and then write it on XML file, that suitable with Sitemaps.org protocol.

If number of URLs reach the limit (50.000 URLs), it will automatically split to another sitemap file.

If you want to try the script, just download it here. You need to configure it first, to be suitable with your server.

After the files are created, you may try to validate it. I use this tool: http://www.on-the-matrix.com/shared/XmlValidator.aspx

Remember, you have to specify the schema used for the validator.

Or, the easier way is validating by this software: XMLBlueprint

The tool is not free, it is 10 days trial. But you need it for hours only :)

If validated, you may submit the sitemap index file to search engine, like Yahoo:

https://siteexplorer.search.yahoo.com/submit

Happy submitting :)

Belajar Google Web Toolkit

Posted 13 Dec 2006 — by aryo
Category Blog, Programming

Google CodeSudah sejak lama tertarik dengan teknologi Google, tapi baru kali ini aku mencoba teknologi di baliknya. Selama ini aku hanya tertarik untuk mencoba hal-hal yang praktis dan instan, seperti Google Map, untuk menampilkan peta wilayah tertentu pada halaman webku.

Tapi semenjak dikirimi info oleh pak bos mengenai Google Web Toolkit, aku tertarik untuk mencobanya. Dan emang, bagus banget.
Dengan GWT ini, kita bisa bikin aplikasi website berbasis AJAX, tanpa bersentuhan dengan Javascript sama sekali. Segala macam kegiatan AJAX, mulai dari pendeteksian dan penanganan jenis browser, fungsi tombol back pada browser, semua sudah ditangani oleh GWT.

Namun untuk menggunakan GWT ini, programmer harus menguasai pemrograman Java, karena GWT memang berbasiskan Java.

Dan mulai dari versi RC 1.3 ini, GWT sudah dinyatakan 100% open source, di bawah lisensi Apache 2.

Berikut ini adalah contoh aplikasi yang aku buat: Test GWT. Masih simple sih, tapi Google banget gitu deh :)

Penerjemahan Bahasa

Posted 19 Oct 2006 — by aryo
Category Bahasa, Blog, Programming

Sebagian besar software yang beredar, yang digunakan di Indonesia maupun di seluruh dunia, adalah menggunakan bahasa Inggris. Menurutku hal itu dikarenakan:

  • Pembuatnya adalah orang yang berbahasa Inggris
  • Meskipun pembuatnya bukanlah orang berbahasa Inggris, namun agar software tersebut dapat digunakan di semua belahan bumi, bahasa Inggris adalah pilihan sebagai interfacenya.

Hal tersebut juga yang mendorong aku belajar bahasa Inggris. Sebagai programmer lintas benua (Malang – New York), selain membuat interface program yang berbahasa Inggris, juga membuat dokumentasinya dalam Inggris. Begitu juga jika terjadi komunikasi dengan klien program tersebut, yang mereka bisanya cuma bahasa Inggris.

Selain untuk membuat program dan berkomunikasi, kemampuan bahasa Inggris juga dibutuhkan untuk memahami dokumentasi bahasa pemrograman, artikel-artikel, dan berita tentang perkembangan dunia pemrograman.
Sampai saat ini aku tidak ada masalah dengan hal itu. Namun mengingat zaman dulu, ketika aku kesulitan memahami dokumentasi dalam bahasa Inggris, kadang terpikir olehku untuk menerjemahkan dokumentasi ke bahasa Indonesia.

Kalau dulu sewaktu masih aktif menggunakan Linux, aku beberapa kali menerjemahkan HOWTO, dengan modal bahasa Inggris seadanya.

Pernah juga ikut menerjemahkan interface Google ke bahasa Jawa, yang sampai mendapatkan hadiah kaos dari Google. Sekarang kaosnya sih sudah lusuh, tapi masih bisa digunakan sebagai baju tidur. Lumayan kuat bahannya.
Hasil penerjemahan Google dalam bahasa Jawa ini lumayan kacau, karena campur aduk logat dan tata-bahasa (kromo) yang berbeda. Ada yang logat Jawa Timur, Jawa Tengah. Ada yang ngoko dan pakai kromo inggil. Gak sreg deh.
Baru-baru ini juga aku ikut menerjemahkan Gregarius, sebuah Web Aggregator berbasis AJAX. Berikut ini file info penerjemahannya. Sebelumnya belum ada bahasa Indonesia sih.

Yang masih ingin aku lakukan adalah ikut menerjemahkan dokumentasi PHP. Tapi karena ukurannya yang besar, dan tim-nya yang sudah tidak aktif, kayaknya belum siap kalau memulainya sekarang sendirian.

Dulu pernah dibahas di id-PHP, tapi respon dari PHP-er yang lain kurang positif, bahkan cenderung sinis. Kebanyakan mereka menganggap dirinya sudah tidak butuh dokumentasi berbahasa Indonesia, dan mengharapkan pemula PHP yang lain untuk sekalian belajar bahasa Inggris. Yah.

Penerjemahan dari Inggris ke Indonesia tidak semudah merubah kata dari Inggris ke Indonesia, tapi juga harus memperhatikan maksud secara keseluruhan, EYD, dan pembentukan kalimat Indonesia yang jelas dan baku, meski kadang harus merombak total kalimatnya. Untuk bisa seperti itu, si penerjemah harus memahami maksud dari dokumen tersebut.
Yeah, meskipun hasil terjemahan tidak secara penuh membantu semua orang, tapi paling tidak, aku yakin suatu saat ada yang terbantu dengan itu.

Minimal, aku jadi semakin mengerti dengan apa yang sedang aku terjemahkan.

Sejarah Bahasa Pemrograman

Posted 17 Oct 2006 — by aryo
Category Programming

Bahasa pemrograman tercipta sekitar 50 tahun yang lalu, kemudian berkembang sampai sekarang ini.
Berikut ini adalah poster yang menggambarkan diagram evolusi bahasa pemrograman. Silakan download file dalam format PDF ini.
history-poster20.gif

Ternyata Pascal lebih tua daripada aku ;)

Page 2 of 3123