Google Earth: Pedang Bermata Dua

Posted 22 Feb 2007 — by aryo
Category Blog

Teknologi, selalu membawa dampak positif dan sekaligus negatif. Katanya sih, the man behind the gun.

Google Earth yang memudahkan seseorang meng-explore bumi secara utuh, mulai diributkan efek negatifnya, yaitu digunakan oleh orang-orang yang berniat jahat.

Tapi hal itu bukan berarti teknologi Google Earth, atau yang semacamnya harus dihentikan, karena banyak sekali manfaat yang bisa diambil dari situ. Sedangkan kejahatan masih bisa terjadi meskipun tanpa bantuan aplikasi itu.

Salah satu usaha melindungi obyek-obyek penting adalah dengan mem-blankout-kan lokasi tertentu pada Google Earth, dan itu butuh kerjasama antara pihak pemerintah (militer) dengan pihak Google.

Lagian selama ini juga masih bersifat dugaan, belum pasti bahwa Google Earth ‘berperan’ dalam kejahatan yang terjadi.

Berikut ini berita yang berhubungan:

Change Host Provider

Posted 16 Feb 2007 — by aryo
Category Blog

Finally, I move this blog into another webhosting provider, and the choosed provider is MasterWeb.

There are two important reasons for me to do this:

  1. To give more bandwidth to BengkelProgram, that previously sharing its bandwidth with this blog.
  2. NS (name server) of previous provider is offline too often, and since my email is using their NS, so all emails delivered to me will be bounced.

And after moving to this new provider, I found something interest on their feature: DNS Management, with no additional cost. This feature also enabled on previous provider, but with additional payment.

But this is not an easy step, because MasterWeb is using theirown Control Panel, not like other providers that using cPanel as a tool of website management.

After spending many hours, I can setup CNAME for my domain to use Google Pages. There are hosted on Google, so this is not just a subdomain:

Thanks for MasterWeb support officer, Endrik, and for Ferdhie, for their help to fix my MX records on DNS Management.

Perl, perl dan PERL

Posted 05 Feb 2007 — by aryo
Category Blog, Programming

Belakangan ini aku semakin sering kena kritik, mengenai penggunaan pengenal untuk bahasa pemrograman yang pake simbol onta.

PERL, ya, itu adalah tulisan yang pertama kali aku baca, saat diperkenalkan pada pemrograman ini sekitar tahun 2000-an, oleh kakak tingkatku, Dadang Beny.

Saat itu aku diberi installernya ActivePerl. Aku install, dan mulai belajar dari script demonya. Learn by doing, mungkin itu kebiasaanku dalam belajar pemrograman. Ditambah kemudian dengan studi kasus, yang biasanya disediakan oleh beberapa tutorial. Sedangkan referensi dan manual, apalagi FAQ, adalah langkah kesekian, setelah aku punya gambaran mengenai pemrograman tersebut.

Seiring waktu, beberapa situs sudah aku buat dengan PERL ini. Bahkan aku masuk ke perusahaan yang sekarang, adalah karena adanya lowongan programmer PERL.

Intinya, aku sudah menganggap PERL sebagai bagian dari koleksi senjataku dalam programming, baik itu yang web-based maupun yang desktop.

Tidak ada yang ajaib dari PERL, kecuali model sintaksnya yang ringkas, dan Ferdhie banget :p

Nah, saat berkecimpung dalam PERL inilah, beberapa kali masukan, sindiran, kritikan datang padaku, karena aku selalu menuliskan PERL. Sedangkan bagi ‘mereka’, hal itu adalah salah. Yang benar adalah Perl atau perl.

Perl merefer pada bahasa pemrogramannya, perl mengacu pada intepreternya. Sedangkan PERL sendiri itu TIDAK ADA.

Tapi karena aku masih ‘ngeyel’ pake PERL, kebanyakan dari mereka pergi dengan tidak puas :)

Aku merasa sudah terbiasa dengan PERL, dan tidak ada masalah dengan itu. Ketika aku bilang PERL, yang aku maksud ya PERL, bukan PHP atau ASP.
Yang mempermasalahkan pembedaan Perl dan perl adalah mereka para praktisi Perl, para member komunitas Perl, para hacker-hackernya, serta para fans dari pemrograman ini tentunya.

Mereka memang memerlukan pembedaan itu, salah satu gunanya adalah untuk membedakan referensi tadi, yaitu pemrogramannya atau intepreternya. Di Linux/Unix Perl dan perl memang berbeda, karena OS itu kan case-sensitive, sedangkan PERL lahir di Unix. Background of Perl.
Bagi yang tidak mengerti bedanya Perl dan perl, atau tidak mau tau bedanya, dianggap sebagai orang luar (outsider) dari komunitas itu. Lah, aku kan orang luar, jadi perbedaan itu tidak begitu berpengaruh bagi aku.

Aku gak dianggap sebagai orang Perl, ya memang tidak.

Aku dianggap tidak ngerti tentang Perl? lah, lalu apa gunanya anggapan itu buatku?

Selain itu, pengertian yang pertama kali aku dapatkan adalah ‘kepanjangan’ PERL yang terkenal: Practical Extraction and Report Language. Ya, sebenarnya itu memang bukan kepanjangan PERL (karena PERL bukan singkatan), melainkan backronym. Kalau mau lebih banyak lagi, lihat di PERL as shibboleth and the Perl community :)

Juga, buku tentang PERL, masih banyak yang menuliskan Perl dengan PERL.

Jadi, menurutku hal terpenting adalah konteksnya.

Kalo kita sedang bicara PERL sebagai ‘sesuatu’ dalam barisan pemrograman, misalnya dibandingkan dengan ASP atau PHP, maka penggunaan PERL bukanlah masalah. Cukup jelas.
Tapi jika ingin lebih spesifik, di situlah gunanya pembeda.

Beberapa contoh diskusi: http://www.mahesajenar.com/2006/11/fiuhh.html

PayPal SandBox

Posted 03 Feb 2007 — by aryo
Category Blog, Programming

Jika anda mempersiapkan suatu website agar bisa mengambil pendapatan (uang) dari situ, entah itu melalui penjualan barang, jasa, atau sekedar donasi, ada beberapa cara supaya pengunjung dapat mengirimkan uangnya pada anda.

Kalo di Indonesia, yang paling populer adalah pengiriman uang (pembayaran) lewat transfer rekening, dan kebanyakan itu adalah pake rekening BCA. Ada juga beberapa rekening bank yang lain, namun masih jarang ditemui.

Namun jika jangkauan pengunjung anda sudah sampai di negara lain (internasional), penggunaan transfer rekening ini sudah tidak lagi efektif. Entahlah, saya tidak tau apakah rekening kita dapat menerima pembayaran dari luar negeri?
Ada sih cara lain, misalnya menggunakan Western Union. Tapi cara ini masih manual, karena harus datang ke tempat penyerahan uang. Begitu juga pengambilan uangnya.

Cara yang sampai saat ini paling mudah, setau saya adalah menggunakan layanan PayPal.

Pengunjung dapat menggunakan kartu kreditnya untuk melakukan pembayaran secara online, lewat situs PayPal, dan uangnya akan masuk ke rekening kita.

Keamanan dan teknis pembayaran akan ditangani oleh pihak PayPal, jadi kita tinggal menerima beres.

Namun masalahnya, untuk menerima pembayaran dari PayPal, Indonesia masih belum bisa. Sampai saat ini, dari Indonesia hanya bisa melakukan pembayaran. Ah, semoga masalah ini segera teratasi :)

Sambil menunggu negara kita bisa menerima pembayaran dari PayPal, ada baiknya kita menyiapkan situs kita untuk itu. Sehingga nanti kalo sudah dibuka, situs kita sudah siap. Kalo misalnya tetap tidak dibuka, ya kita ganti nama negara :p

PayPal LogoUntuk bisa memanfaatkan fasilitas PayPal, kita bisa menggunakan PayPal SandBox, yaitu suatu sistem yang menyerupai cara kerja PayPal yang sesungguhnya. Mulai dari pendaftaran, setting profile, rekening, kartu kredit, melihat pembayaran yang masuk, dan lain sebagainya.

Gratis :)

Kartu kredit yang kita gunakan juga semu, namun masih sesuai dengan aturan-aturan yang sebenarnya, mulai dari pendaftaran kartu dan proses verifikasinya.

Yang menarik adalah fitur account dan emailnya. Di dalam SandBox, kita bisa membuat account sebanyak-banyaknya, untuk fungsi yang berbeda-beda. Misalnya account A berperan sebagai pembeli (yang mengirim), account B untuk pemilik situs (yang menerima).

Masing-masing account punya kartu kredit dan email yang berbeda-beda. Kita bisa memilihkan untuk setiap account jenis kartu yang berbeda, misalnya Visa atau MasterCard. Dan juga menentukan email yang digunakan oleh account tersebut.

Setiap email yang dikirim ke email tersebut (ngirimnya dari dalam SandBox juga tentunya), tidak akan ‘lari’ ke email yang sesungguhnya. Email tersebut akan tertahan dalam SandBox, dan dapat dilihat oleh kita. Jadi kita dapat membuat email dengan domain ngasal sekalipun (asal valid), karena itu semua hanya berlaku dalam SandBox.

Yang paling membutuhkan penggunaan PayPal SandBox adalah ketika kita menggunakan IPN (Instant Payment Notification), dimana sistem PayPal akan memberikan notifikasi pada website kita jika ada event tertentu, misalnya pembayaran, pendaftaran, dan lain sebagainya. Bayangkan kalo tanpa SandBox, kita harus menggunakan kartu kredit beneran untuk coba-coba script kita dalam berinteraksi dengan IPN tersebut.

Nah, karena proses pembelian / pengiriman uang dapat dicoba-coba di dalam SandBox, maka kita dapat memanfaatkannya untuk membangun situs kita, agar benar-benar siap sebelum menggunakan sistem PayPal yang sesungguhnya.

Selamat berkarya.

WebOS

Posted 26 Dec 2006 — by aryo
Category Blog

WebOS : serangkaian aplikasi website yang berjalan pada web browser, yang menyerupai tampilan desktop, mengganti atau menambahkan fungsi pada sistem operasi yang digunakan.

Dengan adanya WebOS, pengguna dapat mengakses desktopnya, beserta semua data dan tampilannya, dari berbagai tempat yang dapat konek internet.
Google dikabarkan akan membuat sendiri WebOS-nya, namun sampai saat ini masih belum jadi kenyataan.

Sambil menunggu GoogleOS terealisasi, berikut ini daftar WebOS yang sudah dapat digunakan. Sebagian masih Beta, sebagian masih butuh banyak pengembangan. Perhatikan, proyek Purefect milik Klorofil juga masuk di situ.
Diurutkan berdasarkan abjad:


  1. Craythur

  2. Desktoptwo

  3. EyeOS

  4. Glide

  5. Goowy

  6. Orca

  7. Purefect

  8. SSOE

  9. XinDESK

  10. YouOS

Sumber: Big WebOS roundup – 10 online operating systems reviewed

Page 10 of 15« First...89101112...Last »