Perl, perl dan PERL

Posted 05 Feb 2007 — by aryo
Category Blog, Programming

Belakangan ini aku semakin sering kena kritik, mengenai penggunaan pengenal untuk bahasa pemrograman yang pake simbol onta.

PERL, ya, itu adalah tulisan yang pertama kali aku baca, saat diperkenalkan pada pemrograman ini sekitar tahun 2000-an, oleh kakak tingkatku, Dadang Beny.

Saat itu aku diberi installernya ActivePerl. Aku install, dan mulai belajar dari script demonya. Learn by doing, mungkin itu kebiasaanku dalam belajar pemrograman. Ditambah kemudian dengan studi kasus, yang biasanya disediakan oleh beberapa tutorial. Sedangkan referensi dan manual, apalagi FAQ, adalah langkah kesekian, setelah aku punya gambaran mengenai pemrograman tersebut.

Seiring waktu, beberapa situs sudah aku buat dengan PERL ini. Bahkan aku masuk ke perusahaan yang sekarang, adalah karena adanya lowongan programmer PERL.

Intinya, aku sudah menganggap PERL sebagai bagian dari koleksi senjataku dalam programming, baik itu yang web-based maupun yang desktop.

Tidak ada yang ajaib dari PERL, kecuali model sintaksnya yang ringkas, dan Ferdhie banget :p

Nah, saat berkecimpung dalam PERL inilah, beberapa kali masukan, sindiran, kritikan datang padaku, karena aku selalu menuliskan PERL. Sedangkan bagi ‘mereka’, hal itu adalah salah. Yang benar adalah Perl atau perl.

Perl merefer pada bahasa pemrogramannya, perl mengacu pada intepreternya. Sedangkan PERL sendiri itu TIDAK ADA.

Tapi karena aku masih ‘ngeyel’ pake PERL, kebanyakan dari mereka pergi dengan tidak puas :)

Aku merasa sudah terbiasa dengan PERL, dan tidak ada masalah dengan itu. Ketika aku bilang PERL, yang aku maksud ya PERL, bukan PHP atau ASP.
Yang mempermasalahkan pembedaan Perl dan perl adalah mereka para praktisi Perl, para member komunitas Perl, para hacker-hackernya, serta para fans dari pemrograman ini tentunya.

Mereka memang memerlukan pembedaan itu, salah satu gunanya adalah untuk membedakan referensi tadi, yaitu pemrogramannya atau intepreternya. Di Linux/Unix Perl dan perl memang berbeda, karena OS itu kan case-sensitive, sedangkan PERL lahir di Unix. Background of Perl.
Bagi yang tidak mengerti bedanya Perl dan perl, atau tidak mau tau bedanya, dianggap sebagai orang luar (outsider) dari komunitas itu. Lah, aku kan orang luar, jadi perbedaan itu tidak begitu berpengaruh bagi aku.

Aku gak dianggap sebagai orang Perl, ya memang tidak.

Aku dianggap tidak ngerti tentang Perl? lah, lalu apa gunanya anggapan itu buatku?

Selain itu, pengertian yang pertama kali aku dapatkan adalah ‘kepanjangan’ PERL yang terkenal: Practical Extraction and Report Language. Ya, sebenarnya itu memang bukan kepanjangan PERL (karena PERL bukan singkatan), melainkan backronym. Kalau mau lebih banyak lagi, lihat di PERL as shibboleth and the Perl community :)

Juga, buku tentang PERL, masih banyak yang menuliskan Perl dengan PERL.

Jadi, menurutku hal terpenting adalah konteksnya.

Kalo kita sedang bicara PERL sebagai ‘sesuatu’ dalam barisan pemrograman, misalnya dibandingkan dengan ASP atau PHP, maka penggunaan PERL bukanlah masalah. Cukup jelas.
Tapi jika ingin lebih spesifik, di situlah gunanya pembeda.

Beberapa contoh diskusi: http://www.mahesajenar.com/2006/11/fiuhh.html

PayPal SandBox

Posted 03 Feb 2007 — by aryo
Category Blog, Programming

Jika anda mempersiapkan suatu website agar bisa mengambil pendapatan (uang) dari situ, entah itu melalui penjualan barang, jasa, atau sekedar donasi, ada beberapa cara supaya pengunjung dapat mengirimkan uangnya pada anda.

Kalo di Indonesia, yang paling populer adalah pengiriman uang (pembayaran) lewat transfer rekening, dan kebanyakan itu adalah pake rekening BCA. Ada juga beberapa rekening bank yang lain, namun masih jarang ditemui.

Namun jika jangkauan pengunjung anda sudah sampai di negara lain (internasional), penggunaan transfer rekening ini sudah tidak lagi efektif. Entahlah, saya tidak tau apakah rekening kita dapat menerima pembayaran dari luar negeri?
Ada sih cara lain, misalnya menggunakan Western Union. Tapi cara ini masih manual, karena harus datang ke tempat penyerahan uang. Begitu juga pengambilan uangnya.

Cara yang sampai saat ini paling mudah, setau saya adalah menggunakan layanan PayPal.

Pengunjung dapat menggunakan kartu kreditnya untuk melakukan pembayaran secara online, lewat situs PayPal, dan uangnya akan masuk ke rekening kita.

Keamanan dan teknis pembayaran akan ditangani oleh pihak PayPal, jadi kita tinggal menerima beres.

Namun masalahnya, untuk menerima pembayaran dari PayPal, Indonesia masih belum bisa. Sampai saat ini, dari Indonesia hanya bisa melakukan pembayaran. Ah, semoga masalah ini segera teratasi :)

Sambil menunggu negara kita bisa menerima pembayaran dari PayPal, ada baiknya kita menyiapkan situs kita untuk itu. Sehingga nanti kalo sudah dibuka, situs kita sudah siap. Kalo misalnya tetap tidak dibuka, ya kita ganti nama negara :p

PayPal LogoUntuk bisa memanfaatkan fasilitas PayPal, kita bisa menggunakan PayPal SandBox, yaitu suatu sistem yang menyerupai cara kerja PayPal yang sesungguhnya. Mulai dari pendaftaran, setting profile, rekening, kartu kredit, melihat pembayaran yang masuk, dan lain sebagainya.

Gratis :)

Kartu kredit yang kita gunakan juga semu, namun masih sesuai dengan aturan-aturan yang sebenarnya, mulai dari pendaftaran kartu dan proses verifikasinya.

Yang menarik adalah fitur account dan emailnya. Di dalam SandBox, kita bisa membuat account sebanyak-banyaknya, untuk fungsi yang berbeda-beda. Misalnya account A berperan sebagai pembeli (yang mengirim), account B untuk pemilik situs (yang menerima).

Masing-masing account punya kartu kredit dan email yang berbeda-beda. Kita bisa memilihkan untuk setiap account jenis kartu yang berbeda, misalnya Visa atau MasterCard. Dan juga menentukan email yang digunakan oleh account tersebut.

Setiap email yang dikirim ke email tersebut (ngirimnya dari dalam SandBox juga tentunya), tidak akan ‘lari’ ke email yang sesungguhnya. Email tersebut akan tertahan dalam SandBox, dan dapat dilihat oleh kita. Jadi kita dapat membuat email dengan domain ngasal sekalipun (asal valid), karena itu semua hanya berlaku dalam SandBox.

Yang paling membutuhkan penggunaan PayPal SandBox adalah ketika kita menggunakan IPN (Instant Payment Notification), dimana sistem PayPal akan memberikan notifikasi pada website kita jika ada event tertentu, misalnya pembayaran, pendaftaran, dan lain sebagainya. Bayangkan kalo tanpa SandBox, kita harus menggunakan kartu kredit beneran untuk coba-coba script kita dalam berinteraksi dengan IPN tersebut.

Nah, karena proses pembelian / pengiriman uang dapat dicoba-coba di dalam SandBox, maka kita dapat memanfaatkannya untuk membangun situs kita, agar benar-benar siap sebelum menggunakan sistem PayPal yang sesungguhnya.

Selamat berkarya.

WebOS

Posted 26 Dec 2006 — by aryo
Category Blog

WebOS : serangkaian aplikasi website yang berjalan pada web browser, yang menyerupai tampilan desktop, mengganti atau menambahkan fungsi pada sistem operasi yang digunakan.

Dengan adanya WebOS, pengguna dapat mengakses desktopnya, beserta semua data dan tampilannya, dari berbagai tempat yang dapat konek internet.
Google dikabarkan akan membuat sendiri WebOS-nya, namun sampai saat ini masih belum jadi kenyataan.

Sambil menunggu GoogleOS terealisasi, berikut ini daftar WebOS yang sudah dapat digunakan. Sebagian masih Beta, sebagian masih butuh banyak pengembangan. Perhatikan, proyek Purefect milik Klorofil juga masuk di situ.
Diurutkan berdasarkan abjad:


  1. Craythur

  2. Desktoptwo

  3. EyeOS

  4. Glide

  5. Goowy

  6. Orca

  7. Purefect

  8. SSOE

  9. XinDESK

  10. YouOS

Sumber: Big WebOS roundup – 10 online operating systems reviewed

25 Aplikasi Pembunuh

Posted 23 Dec 2006 — by aryo
Category Blog

Berikut ini adalah aplikasi yang revolusioner, yang mempengaruhi arah perkembangan perkomputeran.

  • 1976: Electric Pencil
    1976: Electric Pencil
    Aku belum sempat merasakan aplikasi ini, mungkin gak sempat nyampe ke Indonesia, atau ketimpa ketenaran aplikasi lain.
  • 1978: WordStar
    1978: WordStar
    Aplikasi wajib yang diajarkan di berbagai kursusan komputer, tapi saat ini sudah gak begitu tenar lagi. Saat aku pertama kali kenal komputer, aplikasi inilah editor yang paling tenar. Aku mengalami mulai versi 2, 3, 4, 5, 5.5,6 dan 7. Bersaing dengan Chi-Writer dan MS-Word for DOS.
    Kemaren ke Polsek Lowokwaru, Pak Polisinya masih pake Wordstar. Katanya lebih nyaman pake itu ketimbang MS-Word. Hehehe.
  • 1979: VisiCalc
    1979: VisiCalc
    Belum pernah mencobanya juga.
  • 1981: dBase II
    1981: dBase II
    Hanya mencoba sebentar, karena tertutup ketenaran FoxPro. Lagian aku lebih seneng programming Pascal, sehingga meskipun membuat aplikasi database, tetap menggunakan Pascal.
  • 1982: AutoCAD
    1982: AutoCAD
    Dulu sempat hobby desain 3D, bahkan sempat bikin desain pistol, masih ada sampai sekarang. Tidak aku teruskan, karena memang tidak pernah ada keperluan untuk itu. Kalaupun bikin desain 3D, aku menggunakan 3D Studio Max, dari perusahaan yang sama.
  • 1983: Lotus 1-2-3
    1983: Lotus 1-2-3
    Aplikasi pasangannya Wordstar, yang wajib juga dipelajari. Dari sini pertama kali aku tau adanya virus makro. Setelah era Windows, Lotus mulai tenggelam.
  • 1983: Turbo Pascal
    1983: Turbo Pascal
    Pemrograman kedua yang aku pelajari setelah BASIC. Diajari oleh sesama pengunjung rental komputer sewaktu SMU, dan ditambah dengan teori dari kampus. Dengan Pascal, lebih mudah untuk belajar programming yang prosedural.
  • 1984: MacWrite/MacPaint
    1984: MacWrite/MacPaint
    Belum pernah coba
  • 1984: MultiMate
    1984: MultiMate
    Belum pernah coba
  • 1985: Excel for Macintosh
    1985: Excel for Macintosh
    Belum pernah coba
  • 1985: Aldus PageMaker
    1985: Aldus PageMaker
    Hanya melihat bagaimana temenku membuat poster dan majalah menggunakan aplikasi ini. Waktu itu masih culun, jadi gak begitu tertarik. Kalo mau bikin tulisan pengumuman, biasanya menggunakan aplikasi Banner Mania.
  • 1986: Cross-network E-mail
    1986: Cross-network E-mail
    Belum pernah coba
  • 1987: Excel for Windows
    1987: Excel for Windows
    Aplikasi yang membingungkan, pada awalnya. Karena masih terbiasa dengan Lotus, jadinya agak kagok. Tapi Excel juga menyediakan pertolongan yang memudahkan pengguna Lotus untuk terbiasa dengan Excel.
  • 1987: dBase Mac
    1987: dBase Mac
    Belum pernah coba
  • 1988: Mathematica 1.0
    1988: Mathematica 1.0
    Belum pernah coba
  • 1989: Word for Windows
    1989: Word for Windows
    Gantinya Wordstar, lebih lengkap, canggih dan berat :)
  • 1990: Windows 3.0
    1990: Windows 3.0
    Saat itu Windows kayak masih berupa aplikasi, bukan sistem operasi.
    Kalo mau menjalankan Windows, dari DOS prompt diketikkan win, yang mendoakan kemenangan Microsoft ^_^
  • 1990: Adobe Photoshop
    1990: Adobe Photoshop
    Saat pertama kali pake, merasa repot, berat dan aneh aja. Tapi ketika sudah terbiasa, wah, jadi merasa tidak dapat mengedit foto tanpa aplikasi ini :D
  • 1991: Microsoft Visual Basic
    1991: Microsoft Visual Basic
    Hanya merasakan VB mulai versi 4. Jadi pemrograman wajib setelah banyak pesanan bikin aplikasi dengan VB ini.
  • 1994: Netscape Navigator 1.0
    1994: Netscape Navigator 1.0
    Mencoba saat masuk kuliah, dengan gambar kemudi kapal yang menjadi ciri khasnya.
    Ah, jadi bernostalgia.
  • 1995: Internet Explorer 1.0
    1995: Internet Explorer 1.0
    Lebih ringan dari Netscape, dan lebih bening tampilannya. Tapi itu di sini, gak tau di tempat lain :)
  • 1996: Palm HotSync
    1996: Palm HotSync
    Belum pernah coba
  • 2001: Mac OS X
    2001: Mac OS X
    Belum pernah coba, baru menjajaki.
  • 2001: Apple iTunes
    2001: Apple iTunes
    Belum pernah coba
  • 2004: Mozilla Firefox 1.0
    2004: Mozilla Firefox 1.0
    Sebenarnya lebih ringan dari IE, dan open-source. Tapi kelemahannya, memory-leak, adalah penyakit yang masih ngendon sampe sekarang, versi 2.0.0.1.

Sumber: Peter Coffee’s 25 Killer Apps of All Time

Creating XML Sitemap Files

Posted 19 Dec 2006 — by aryo
Category Blog, Programming

Today I build one PHP script to create sitemap files for websites on my office. This is not so great script, but help me much to finish the tasks :)

With this script, I do not need to enter the URLs of the website manually, that is contain thousand of URLs. The script will scanning for all files on the website, and then write it on XML file, that suitable with Sitemaps.org protocol.

If number of URLs reach the limit (50.000 URLs), it will automatically split to another sitemap file.

If you want to try the script, just download it here. You need to configure it first, to be suitable with your server.

After the files are created, you may try to validate it. I use this tool: http://www.on-the-matrix.com/shared/XmlValidator.aspx

Remember, you have to specify the schema used for the validator.

Or, the easier way is validating by this software: XMLBlueprint

The tool is not free, it is 10 days trial. But you need it for hours only :)

If validated, you may submit the sitemap index file to search engine, like Yahoo:

https://siteexplorer.search.yahoo.com/submit

Happy submitting :)

Page 10 of 15« First...89101112...Last »