Battere MBP

Posted 02 Apr 2008 — by aryo
Category Curhat, Gadget, Info

Selama ini gaya hidupku dalam penggunaan device berbattere adalah: charge selagi ada listrik.

Itu berlaku untuk semua handphone, kamera digital dan notebook. Untuk handphone mungkin tidak seberapa parah, hanya kalau akan bepergian jauh saja aku charge berlama-lama, atau sering juga lupa mencabutnya.

Namun untuk notebook, mulai dari Sony VAIO yang dulu sampai MacBookPro sekarang ini, selama di dekatnya ada colokan listrik, aku usahakan untuk dicharge. Walaupun battere masih (/sudah) full, colokan masih tetap menancap. Keberadaan battere aku anggap sebagai UPS internal.

Sering dari malam sampai pagi MBP menemani dengan lantunan MP3-nya, dan setiap hari kerja dari pagi sampai sore, dia selalu menancap di listrik.

Padahal kalau menurut beberapa artikel, tidak baik membiarkan battere dicharge berlama-lama.

Dan itu benar, karena efek dari gaya hidup yang tidak sehat seperti ini, menyebabkan jeleknya kondisi battere MBP, seperti yang terdeteksi oleh CoconutBattery ini:

Kapasitasnya turun dengan drastis. Meskipun aku sudah melakukan kalibrasi, tapi tetap seperti itu.

Mungkin sudah waktunya minta battere baru :)

 

Upgrading to WM6

Posted 06 Feb 2008 — by aryo
Category Gadget, Info, OS

After a long scary night to upgrade, finally my XDA O2 Atom is using Windows Mobile 6 now.

I tried to upgrade three times. At first and second upgrade it’s disconnected mysteriously on the middle of upgrade. Just wondering if the device is unusable anymore.

Then, on last 30 minutes everything goes well. And this is the result:

Complete screen capture.

Thanks to Joy for his help.

Servis Nanggung dari Google

Posted 26 Jan 2008 — by aryo
Category Info

Hari ini melihat hal baru di Gmail. Ketika melakukan Report Spam pada sebuah email spam, di bagian notifikasi muncul pesan:

2 conversations have been marked as spam. We’ll attempt to unsubscribe you from these emails.

Screenshoot

Hal ini menarik, karena bagi sebagian orang (terutama saya), kadang melakukan subscribe ke suatu layanan email newsletter, atau kadang ketika mendaftar di suatu website dipaksa mendapatkan layanan notifikasi ataupun newsletter. Namun karena sebenarnya tidak tertarik dengan layanan tersebut, sehingga email-email notifikasi dan newsletter menjadi mengganggu.

Lazimnya kalau sudah tidak tertarik pada suatu layanan, mestinya melakukan unsubscribe dari layanan tersebut. Namun entah karena suatu kemalasan apa, hal tersebut kadang tidak dilakukan.

Dan pada puncak kemalasan menerima email itu, tinggal klik Report Spam.

Mungkin Gmail menyadari hal itu, sehingga dengan sukarela melakukan unsubscribe untuk usernya.

Namun sayangnya, pada link Learn more, kalau diklik hanya menampilkan:

We’re sorry, but the information you’ve requested cannot be found. Please try searching or browsing the Help Center.

Mari kita tunggu kejelasan maksud fitur tersebut :)

Update di 2008

Posted 07 Jan 2008 — by aryo
Category Info

Sudah lama sekali blog ini dilupakan, tidak pernah diupdate, dianaktirikan.

Sejak awal blog ini memang tidak begitu niat dibangun, lebih pada pemanfaatan ‘lahan kosong’ dari domain aryosanjaya.net yang dipergunakan untuk domain email.

Namun demikian, pengisian content di sini tidak harus diabaikan begitu saja. Sesekali diupdate lah.

Mengawali tahun 2008, postingan tentang pesan tersembunyi dari logo Google untuk menyambut 2008. Sudah telat sih, tapi kan masih di 2008 ;)

Kalo anda sempat melihat, di awal 2008, ketika membuka halaman depan Google, logo yang terlihat adalah seperti ini:

Google Logo 1

Saat anda membuka Google mungkin sudah tidak ada lagi, karena sudah tidak tahun baru lagi.

Sekilas logo tersebut nampak biasa saja, hanya menunjukkan euforia tahun baru. Namun sebenarnya ada 2 pesan tersembunyi di situ.

1. Tahun 2008, seperti di gambar ini:

Google Logo 2

2. Kata SYN SYN/ACK ACK di bagian bawah gambar. Perhatikan:

Google Logo 3

Kata tersebut merupakan simbol pada proses handshaking dalam TCP/IP. Dalam hal ini, seakan Google mengucapkan selamat tahun baru 2008, dan menyambut ulang tahun TCP/IP yang ke-25.

Hidup Google! :p

sumber: The secret of two hidden messages in Google 2008 Logo

Kucing Garong In Action

Posted 09 Nov 2007 — by aryo
Category OS

Setelah menunggu selama sehari, kemarin akhirnya sampai juga, kiriman dari Jakarta berupa DVD double layer berisi Leopard si OS 10.5. Dengan menembus hujan rintik-rintik aku berusaha mengambil DVD tersebut ke kantor satunya. Maklumlah, pengirimnya adalah teman yang kerja di perusahaan yang sama, namun di kantor cabang Jakarta. Jadi kita bisa nebeng pengiriman dokumen antar kantor.

Aku tidak bisa langsung menginstallnya, selain karena MacBookPro-ku sedang digunakan untuk kerja (juga orangnya tentu saja), kondisi space hardisk si MBP masih amburadul, banyak file ngawur penempatannya, duplikasi, temporary, dan banyak lagi sehingga menyisakan ruang yang sesak kalo langsung aku install Leopard saat itu. Nunggu jam pulang.

Sampai rumah, terjadilan ‘pemretelan’ data-data tidak berguna. Rekaman dari eyeTV dan data image Parallels Desktop adalah yang paling banyak makan tempat. File-file ekstrakan hasil download yang terlantar, gambar-gambar tersembunyi yang ukurannya lumayan besar, menyisakan space longgar ketika semuanya aku hapus.

Berdasarkan info dari teman si pengirim tadi, dia berhasil dengan mulus menginstall Leopard dengan cara upgrade dari OS Tiger (10.4). Hmm, boleh juga. Aku pikir akan repot kalau harus fresh install, karena harus install lagi aplikasi satu persatu, dan tentu saja sekaligus settingannya yang sudah gue banget.
Lagian kalau fresh install, partisi (volume) harus diformat ulang, dibersihkan. Lha dataku 80GB mau ditaruh di mana?

Yeah, upgrade is a best choice.

Segera bersihkan drive … eh, di Mac ga ada drive. Segera bersihkan partisi Startup Disk. Lumayan, dapat 20GB, yang mana Leopard cuma minta 12GB.

Reboot dengan DVD installer Leopard sudah dalam DVD drive. Menunggu loading sebentar, dan mengikuti petunjuk untuk upgrade OS.

But wait… Leopard tidak mau diinstall di volume Startup Disk, kecuali volume itu dibersihkan dulu. Artinya tidak mau upgrade.

Bingung, konsultasi ke Google, dan tersambung dengan kasus yang mirip di sini: Leopard Upgrade. Permasalahannya sama, hanya saja solusi yang diberikan di situ tidak berlaku di aku. Sementara menyerah.

Saat makan malam, baru terpikir bahwa masih ada 1 partisi yang aku gunakan untuk menyimpan data. Mending aku install di situ, sehingga akan ada 2 Mac OSX.

Segera bersihkan semua data di volume “Data”, dan melakukan fresh install di situ. Hasilnya adalah:

Tidak bisa mereview, hanya satu hal yang pertama kali mengagetkanku, di Finder langsung muncul semua komputer yang terhubung ke network, cepat sekali Leopard ini, hihihi.

Page 5 of 15« First...34567...10...Last »