Masih Grogi

Posted 20 Mar 2007 — by aryo
Category Curhat

Setelah banting tulang download MySQL dan PHP lalu install sendiri-sendiri, mumet cari how-to dan problem-solve, ternyata ada yang lebih gampang:

http://www.apachefriends.org/en/xampp-macosx.html

Instant mode on.

Coba Boot Camp

Posted 13 Mar 2007 — by aryo
Category Curhat

Sebagai pengguna baru di dunia Mac, ada saat dimana sesuatu hanya dapat dilakukan di Windows, OS-ku sebelumnya.

Sebenarnya hampir semua hal yang aku butuhkan sudah ada di Mac. Malahan ada beberapa hal yang lebih bagus di Mac daripada di Windows. Misalnya Editor PHP aku ganti dengan Komodo, freeware dan banyak fitur yang membantu. MS-Office ganti dengan NeoOffice, opensource yang bisa aku gunakan untuk mengolah dokumen Excel dan Word dari kantor.
iTunes yang sudah terintegrasi dengan Mac, menurutku lebih bagus dari WinAmp. Paling tidak untuk memutar musik saja.
(note: ini bukan perbandingan antara Windows dan Mac, hanya untuk software tersebut di atas saja)

Namun ada hal yang belum bisa aku lakukan di Mac, yaitu programming yang sebelumnya jalan di Windows.

Ya, banyak sekali vendor yang menjembatani hal ini, menciptakan IDE atau kompiler yang memungkinkan source dari Windows dapat diporting ke Mac/Linux, misalnya Mono Project dan RealBasic. Namun hal ini belum 100% menyelesaikan masalah.
Kalo sudah diporting ke Mac, nanti perlu diporting lagi ke Windows kalo developer yang lain mau meneruskan?
Ribet kan?

Salah satu solusi: pake 2 laptop, 1 Windows dan 1 Mac :D
Tapi berat di tas.

Solusi yang aku pake sekarang, install Windows di mesin Mac, dengan dual-booting.

Hal itu dimungkinkan untuk Mac dengan prosesor Intel, jadi Windows akan berjalan native, tidak melalui mesin virtual semacam Parallel Desktop dan iEmulator. Selengkapnya di MacWindows.

Dengan berjalan secara native, Windows akan memiliki proses sendiri, dan berjalan sebagaimana mestinya. Makanya aku memilih Boot Camp.

Proses instalasi dan setup Boot Camp cukup mudah, dia akan memburning sebuah CD yang berisi driver-driver Mac yang nantinya dibutuhkan di Windows, lalu membuat sebuah partisi baru untuk ditempati Windows.

Sudah, tinggal install Windows XP dengan SP2 ke partisi kosong tadi.

Setelah driver diinstall, akan didapatkan Windows pada mesin Mac. Development bisa terus berlanjut, meski musti restart kalo mau pindah OS :)

VPN Di Linux

Posted 26 Feb 2007 — by aryo
Category Curhat

Sudah sekian lama aku mencari cara, agar koneksi DoD (dial-on-demand) yang aku miliki bisa digunakan juga lewat Linux. Pihak provider (GlobalXtreme) tidak memberikan support dalam hal ini, karena dianggap semua klien menggunakan Windows sebagai dialer VPN-nya.

Dari hasil browsing, aku menemukan tutorial yang mengena, yaitu PPTP Client, dan dibantu dengan milis PPTP.

Dan setelah ngoprek serta sedikit coba-coba authentifikasinya, (ga paham setting VPN sih), akhirnya aku bisa konek VPN lewat Ubuntu. Posting inipun dibuat lewat VPN itu. Langsung dipake :)

Kayaknya bakal lebih sering pake Linux nih. Tapi, btw, anyway, kok rasanya speed-nya lebih rendah daripada konek dari Windows yah.

Website Terkecil

Posted 23 Feb 2007 — by aryo
Category Joke

Baru saja iseng browsing, nemu ini:

http://www.guimp.com/

Entahlah, ngakunya sih website terkecil, tapi belum ada survei kan :)

Visual Basic di Linux

Posted 22 Feb 2007 — by aryo
Category Programming

Yeah Riteâ„¢, selain PHP dan shell, aku memang jarang programming di Linux. Dulu pernah sekali mencoba menggunakan Kylix dan Tcl, tapi kemudian tidak aku teruskan.

Mungkin penyebabnya adalah karena jarang menggunakan Linux. Senangnya cuma ketika install Linux, setting sampe optimal, lalu ditinggal begitu saja. Hanya sesekali saja mengunjungi partisi Linux.

Selain itu, penyebab jarangnya programming di Linux adalah masalah kebutuhan pasar. Kebanyakan pasar masih membutuhkan Windows platform.

Dengan adanya gerakan opensource, dan juga anti-pembajakan, diharapkan pasar mulai berani bergeser ke arah produk opensource. Siaya yang harus memulai? developer atau pasar?

Idealnya sih keduanya :)

Salah satu kesulitan developer untuk berpindah platform adalah mengenai ‘familiarsme’ pada pemrograman tertentu. Juga misalnya dia sudah memiliki banyak kumpulan fungsi dalam bahasa tertentu, akan sulit (baca: malas) berganti bahasa pemrograman.

Sudah ada beberapa bahasa pemrograman yang mirip dengan yang ada di Windows, misalnya Gambas. Tapi itu bukan berarti sama, hanya memiliki persamaan dialek.

Ada juga Klylix dari Borland, tapi tidak GPL. (lho, bukannya Delphi juga gak GPL?) Iya, tapi you-know-why.

Salah satu yang dapat digunakan adalah Moono-Project, yang mensupport beberapa bahasa pemrograman, di antaranya adalah Visual Basic, tapi VB.NET. Dan seperti yang mereka katakan, bisa berpindah ke Linux tanpa modifikasi apapun!

Paling tidak, itu bisa jadi alternatif, dan mengurangi alasan malasnya berpindah ke produk yang legal.

Catatan: saya pake Windows legal.

Page 9 of 15« First...7891011...Last »